Hantavirus: Virus dari Tikus yang Perlu Diwaspadai

dr. Nabila
|
8 Mei 2026
Hantavirus: Virus dari Tikus yang Perlu Diwaspadai

Klaster Hantavirus di Kapal Pesiar Jadi Sorotan Dunia

Tahun 2026, WHO melaporkan klaster hantavirus pada kapal pesiar MV Hondius yang membawa 147 penumpang dan kru dari berbagai negara. Hingga awal Mei 2026, tercatat beberapa kasus dengan kematian dan dugaan keterkaitan dengan Andes hantavirus, jenis hantavirus langka yang dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu. Meski demikian, WHO menilai risiko global saat ini masih rendah.

Apa Itu Hantavirus dan Apa Saja Jenisnya?

Hantavirus adalah kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Penularan dapat terjadi melalui urin, kotoran, air liur, atau debu yang terkontaminasi. Pada manusia, hantavirus umumnya menyebabkan dua jenis penyakit, yaitu HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang menyerang paru-paru dan lebih banyak ditemukan di Amerika, serta HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) yang menyerang ginjal dan lebih sering ditemukan di Asia maupun Eropa.

Gejala Awal Sering Mirip Flu Biasa

Gejala hantavirus pada tahap awal sering menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan lemas. Pada kondisi berat, pasien dapat mengalami sesak napas berat akibat gangguan paru atau gangguan ginjal. Karena gejalanya tidak khas, banyak kasus terlambat dikenali sehingga dapat berkembang menjadi kondisi serius.

Bagaimana Situasi Kasus Hantavirus di Indonesia?

Indonesia mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus sejak 2020 melalui surveilans zoonosis dan pemantauan reservoir tikus. Pada tahun 2025, Kementerian Kesehatan RI melaporkan 8 kasus HFRS yang ditemukan di Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Hingga 2026, kasus di Indonesia masih tergolong rendah, namun pemantauan penyakit virus Hanta telah dimasukkan dalam laporan rutin penyakit infeksi emerging nasional.

Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan dan Surveilans

Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Hanta di Indonesia pada tahun 2023 sebagai acuan nasional penanganan kasus. Selain itu, pada tahun 2025 diterbitkan Surat Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Kejadian Penyakit Virus Hanta untuk memperkuat deteksi dini, surveilans, investigasi epidemiologi, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan terhadap potensi peningkatan kasus.

Pencegahan yang Dianjurkan Pemerintah

Pemerintah menekankan bahwa pencegahan utama hantavirus adalah pengendalian tikus dan menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat dianjurkan untuk:

  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup
  • Menutup akses masuk tikus ke rumah
  • Menggunakan masker saat membersihkan area berdebu
  • Tidak menyapu kotoran tikus secara langsung agar virus tidak beterbangan di udara
  • Membuang sampah secara rutin dan tertutup
  • Mencuci tangan setelah membersihkan rumah atau kontak dengan hewan

Bila mengalami demam atau sesak napas setelah kontak dengan tikus atau lingkungan kotor, segera periksa ke fasilitas kesehatan.

 

Referensi:

  1. World Health Organization (WHO). Disease Outbreak News (DON599): Hantavirus cluster linked to cruise ship travel, 2026. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2026-DON599
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mengenal Penyakit Virus Hanta dari Hewan Pengerathttps://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-penyakit-virus-hanta-dari-hewan-pengerat
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Hanta di Indonesia, 2023. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/document/pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-penyakit-virus-hanta-di-indonesia/view
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Surveilans Penyakit Infeksi Emerging dan Update Kasus Hantavirus Indonesia, 2025–2026. https://infeksiemerging.kemkes.go.id
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Informasi Penyakit Virus Hanta di Kabupaten Bandung, 2025. https://kemkes.go.id/id/informasi-penyakit-virus-hanta-di-kabupaten-bandung
  6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). About Hantavirushttps://www.cdc.gov/hantavirus/index.html

Demikian informasi ini kami sampaikan. Tetap jaga kesehatan Anda dan keluarga bersama Klinik Pertamina IHC.